Rabu, 19 November 2014

*..Apa Kabarmu Bodoh(2)..*

apa kabar bodoh

Apa kabarmu, Bodoh? Baik-baikkah? Kurasa masih akan baik-baik saja. Atau mungkin hanya berpura-pura baik seperti biasanya? Baik ataupun tidak, kurasa kamu masih akan tetap bertahan pada tempatmu bukan? Anggaplah segalanya baik-baik saja dan kalaupun tidak, aku tahu kau adalah pemeran yang sangat hebat untuk memerankan peran baik-baik saja. Kau mampu terlihat baik-baik saja ketika segala hal berubah menjadi buruk. Aku tahu, dan aku selalu berterimakasih untuk itu..



Sekarang, lepaskanlah sejenak topeng kebaikanmu. Dan sedikit jujurlah padaku. Padaku yang notabene ada di hadapanmu. Bukankah ini sudah terlalu lama? Terlalu lama membentengi dirimu dengan dinding yang bahkan kau bangun tanpa menyediakan pintu ataupun jendela. Seperti tak rela membuat celah, tak rela membuka atau tak rela dibuka..

Jangan membohongi dirimu sendiri. Aku sudah tahu. Aku tahu apa yang kau alami untuk kemudian memutuskan berdiam diri di balik dinding yang kau bangun. Tapi ini sudah terlalu lama. Kau sudah cukup lama melindungi dirimu sedemikian rupa. Menutup segala kemungkinan untuk memasukimu, menghalau kesempatan bahkan sebelum dia sampai di hadapan..

Ya, aku memang sedang memahami bentuk perlindunganmu. Dan aku mengharapkan hal yang sama darimu. Untuk memahami aku, untuk memahami logika, dan sekitar kita. Ini bukan hanya tentangmu. Tentang dindingmu. Tapi ini juga tentangku. Dan aku memintamu untuk sedikit membuat celah. Sedikit saja, dan kita hanya akan membiarkan celah itu melebar perlahan. Tidak sulit bukan..?

Setidaknya, biarkan dindingmu memiliki pintu dan jendela. Kau harus melihat hal-hal yang selama ini tertutupi. Kau harus melihat bahwa masih banyak warna yang mampu menghiasi dindingmu. Kau harus tahu bahwa hijau tidak hanya ada pada halaman belakang, tapi juga pada taman yang ada di depan. Dan mulai besok Kita akan belajar. Belajar bagaimana menghias taman itu menjadi indah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..