Minggu, 25 Desember 2016

*..Tetaplah Menjadi Seseorang Yang Kukenal..*


"Sesuatu yang pergi meskipun kembali tidak akan pernah sama lagi.."



Jadi untuk kesekian kalinya aku memberitahumu, kau tak usah datang kembali. Tetaplah menjadi seseorang yang kukenal telah pergi. jangan pernah berubah, apapun yang terjadi jangan pernah kembali. jangan pernah mencariku lagi, karena kau yang telah memutuskan untuk pergi..

Disini tak ada lagi ruang untukmu kembali. Ku sudah membuang jauh-jauh kursi yang pernah kita duduki bersama. Ku sudah menutup rapat-rapat pintu yang dulu selalu terbuka untukmu. Sesuai permintaanmu, dulu kau menyuruhku untuk jangan kembali kepadamu. Dulu kau menyuruhku untuk tak lagi mengganggu hidupmu. Dan lihatlah, sekarang aku melakukannya untukmu..



Dan apapun alasannya, kuingin kau tak lagi mengingatku. Kuingin kau juga menjauh dari hidupku, lebih jauh dari terakhir kali kau pergi dari sisiku. Bukankah itu yang kau mau? Bukankah itu yang kau inginkan? Setidaknya  bantu aku mewujudkan permintaan terakhirmu itu, aku akan menghilang dari hidupmu..

Dan tenanglah, aku takkan membenci keputusanmu itu. Bukankah sebuah keputusan terlahir dari sebuah pemikiran yang matang? Bukan dari sebuah emosi sesaat, yang terkadang kita salah mengartikannya sebagai sebuah logika. Bukan pula berasal dari perkataan dan penilaian orang lain, yang terkadang membuat kita lupa bahwa kita punya hati yang bisa membuat penilaian sendiri..

Dan aku percaya, keputusanmu meninggalkanku adalah yang terbaik menurut hatimu. Karena dari awal aku tahu, cepat atau lambat kau akan pergi menjauh. Bukan karena aku bisa membaca masa depan tentang kita. Karena aku cuma manusia biasa yang tak dianugerahi kekuatan semacam itu oleh semesta. Tapi semesta mengajarkan padaku, bahwa tak pernah ada yang abadi di dunia ini. Karena terang selalu muncul setelah gelap, maka perpisahan pun akan datang setelah pertemuan. Tapi tak kusangka perpisahan kita harus datang secepat ini, lebih cepat dari aku butuh waktu untuk mencintaimu dulu..

Dan berbicara tentang pelajaran yang semesta ajarkan padaku, bahwa tak ada yang abadi di dunia ini. Aku mulai berpikir, apakah kau pernah menyesal setelah meninggalkanku? Karena seperti kata mereka, kita akan mengerti arti seseorang setelah kita benar-benar kehilangannya. Semoga kau disana tak pernah menyesal ya? Jangan pikirkan tentang aku, karena aku tak pernah menyesal sedikitpun. Karena aku hanya kehilangan seseorang yang tak pernah benar-benar mencintaiku. Dan kamu? Ah, aku lupa. Cinta bagimu hanyalah bagaikan hembusan angin yang bisa datang dan pergi sesuka hatimu. Kehilangan salah satu angin sepertiku tak masalah bagimu. Bukankah aku hanyalah angin pembawa debu yang selalu memerihkan  matamu..?

Aku tak ingat kata terakhir kita yang aku tahu kau yang meninggalkanku. Aku terjatuh bersama tenggelamnya malam dan malam-malam sesudahnya. Kau takkan pernah tahu seperti apa aku melewati malam-malam itu. Satu-satunya hal yang masih tak ku mengerti hanyalah, kenapa? Kau pergi tanpa alasan. Diam, seperti tak ada satu kata pun yang bisa menjelaskan. Hilang seperti buih-buih di lautan. Membuatku jatuh pada satu titik. Titik terdalam yang mengharuskanku untuk bangkit sendiri..

Jadi aku hanya ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih telah membuat tertawa kemudian menangis. Terima kasih telah memberi kenangan kemudian membuangnya. Terima kasih telah memberi perhatian kemudian mengabaikan. Terima kasih telah pernah datang kemudian menghilang. Terima kasih telah mendekat kemudian menjauh. Terima kasih telah menyentuh hidupku kemudian merusaknya. Aku tahu maksud semesta mengirimmu kepadaku adalah untuk satu hal, yaitu agar aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik dan lebih kuat dari sebelumnya. Jadi terima kasih untuk semua rasa sakit itu..

Pergilah. Jangan kau kira aku akan memanggilmu  kembali, lambaian ini bukan untuk memanggilmu kesini. Tapi sebagai isyarat selamat tinggal karena mulutku penuh tersumpal kenanganmu yang menggumpal. Kau sudah terlalu lama pergi, jadi tetaplah menjadi seseorang yang kukenal telah pergi..  

1 komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..