Rabu, 04 Oktober 2017

*..Bukan Karena Lelah..*

"Bukan karena lelah lantas sekarang aku memutuskan untuk menyerah. Bukan karena cintaku lemah lantas sekarang akhirnya kita terpisah.."


Kita terpisah, bukan karena jarak. Karena sebenarnya aku ada, hanya tak terlihat di matamu. Karena sesungguhnya aku dekat, hanya tak tersentuh oleh hatimu. Bukan, aku bukan pergi apalagi menjauh. Ada alasan lain yang tak perlu kamu mengerti. Cukup pahami kata-kataku ini. "Aku ingin kau menganggapku ada. Tapi aku lebih ingin kau bahagia. Jika kita bersama hanya untuk saling menyakiti, lebih baik seperti ini. Aku ingin menuruti keinginanmu yang terakhir kali, kamu yang menyuruhku berhenti.."


Ya, dengan segala hormat aku resmi berhenti. Cukup sampai disini. Aku tak mau ada derai airmata lagi. Ini yang terakhir kali, kamu menangis karenaku. Kamu berhak bahagia dalam hidupmu sendiri. Dan kusadar bahagiamu tak kau temukan disini, dihatiku yang seringkali malah menyakiti hatimu. Harusnya dari awal aku mengerti, menggenggam sesuatu terlalu kuat malah hanya akan menghancurkannya dengan sangat hebat. Dan perasaanku yang terlalu kuat padamu malah hanya menghancurkan hati kita. Ya, kita sama-sama kecewa..


Dan kamu tahu apa yang paling menyakitkan dari rasa kecewa kita? Ya, rasa kehilangan. Kita kehilangan satu sama lain. Dirimu bukan lagi dirimu yang kukenal dulu, dan diriku bukan lagi diriku yang dulu menjadi pengagum senyummu. Entahlah, ada rasa yang berbeda disaat ku melihat senyummu kemarin siang. Seolah ku tak pernah ingin melihatmu memasang wajah senang. Ya, kau tersenyum dan tertawa bersamanya. Sedangkan aku tersenyum dan tertawa bersama luka..


Baiklah, lagipula kita sudah sepakat untuk menempuh jalan yang berbeda. Jalan yang kita pilih dengan alasan mencari bahagia. Bahagiamu yang kamu temukan ketika bersamanya. Bahagiaku yang ku temukan saat melihatmu bahagia. Karena setelah kupahami ku bukan yang terbaik yang ada dihatimu, tak dapat kupungkiri ternyata dirinyalah yang dapat mengerti kamu. Dan akhirnya, seseorang yang bisa membuatmu tertawa lebih berharga dari seseorang yang selalu menghadirkan duka..


Sekali lagi, aku menyerah bukan karena lelah. Karena kamu sendiri pun tahu jika cintaku tak lemah. Bukankah ku pernah menunjukan kesungguhannya di hadapanmu? Apa kamu tak pernah tahu atau pura-pura tak tahu? Ataukah saat itu matamu terpejam dan tak melihatku? Jika seperti itu, buka matamu dan baca ini baik-baik di hatimu "Karena aku sangat mencintaimu, melihatmu bahagia adalah caraku mencintaiku dan kurelakan kamu jika bahagia tak kamu temukan bersamaku.."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..