Senin, 30 Maret 2015

*..Disudut Senja Kita(2)..*



"Karena untuk sesuatu yang berharga, kita harus berusaha mengejarnya"


Itulah jawaban Semesta untuk tanyaku tentang sebuah kehadiran yang enggan untuk bertahan. Datang sekejap lalu menghilang secepat kilat, seperti senja yang menenangkan namun enggan untuk lebih lama tinggal..
 
Diantara seluruh waktu yang ada, senja adalah yang paling istimewa. Tak ada terik, tak ada gelap. Malah terkesan indah karena senja memberikan semburat warna jingga yang menyenangkan untuk dilihat. Senja selalu kunanti, gradasi warna yang diciptakan oleh senja terlalu sayang untuk terlewat. Aku pernah bertanya mengapa senja tidak diperpanjang saja, agar aku bisa lebih lama menikmati indahnya. Namun kusadari dengan singkatnya waktu yang ia beri inilah yang membuatnya semakin berharga..
 
Sebenarnya bukan hanya tentang warnanya yang membuat senja selalu cantik dimataku. Bukan tentang anginnya yang bertiup menghempas dengan lembut diwajahku. Bukan tentang kepak sayapnya yang menciptakan keriuhan ditelingaku. Ku beritahu sebuah rahasia. Aku menyukai senja. Aku mencintainya. Sangat. Ya. Karena saat senja kamu datang. Kamu yang pernah hilang..
Apa kamu tahu? Bahwa kamu dan senja bagiku adalah dua hal yang sangat berharga. Tidak ada yang lebih indah bagiku selain melihat senyummu yang kunikmati sendiri dengan senja yang memeluk kita. Ah, ya senja terakhir itu. Senja yang sempurna..
 
Biasanya aku tak mengharapkan apa-apa dari datangnya senja. Biasanya. Tapi tidak untuk kali ini, tidak untuk senja hari ini. Jika harus menodai senja yang selalu aku agungkan, aku siap untuk ditertawakan. Akupun bosan, sama seperti bosanmu. Aku jengah, sama seperti jengahmu. Aku merasa kebas, sama seperti kebasmu. Tapi jika kamu enggan untuk bertahan, maka biarkan aku dan senja ini yang lebih dulu belajar untuk lebih fasih dalam melepaskan..
 
Aku yakin senja juga sedang menyapamu di tempat yang terpisah. Angin terlihat salah tingkah ketika harus meniupkan udara ke arah yang salah. Ia membuat salah satu sudut mata kita menjadi basah. Aku tidak tahu ini betul atau salah, yang aku tahu kita ini sama-sama lelah. Kita sama-sama tahu, bahwa hari ini akan tiba. Kita sama-sama tahu, bahwa kita hanya memperpanjang waktu. Kita sama-sama tahu, bahwa senja ini bukan untuk kita lalui bersama..
 
Kamu seharusnya tahu pada rumitnya hubungan aneh yang selama ini kita perankan. Kamu seharusnya tahu pada bagaimana aku mencoba bertahan dengan segala perhatian dan kamu yang selalu acuh mengabaikan. Kamu seharusnya tahu betapa luasnya hati ini yang selalu mencoba menepis sempitnya kesempatan yang kamu berikan. Kamu seharusnya tahu semua itu. Saat senja dan bayangmu datang. Saat itulah aku merasa bahwa seluruh harapku juga ikut tenggelam. Aku mencintaimu, dan ternyata itu tidak cukup untuk meyakinkanmu..
 
Senja ini aku berdiri disamping sebuah kedai kecil berwarna coklat tua. Dengan terusan panjang berwarna biru muda dan jaket berwarna senada. Aku menyisir rambutku rapi, tak ingin angin membuatnya berantakan lagi. Kali ini aku menikmati senja dengan kenangan yang telah lalu. Saat aku masih bisa menikmati indah dari senyuman itu..










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..