Selasa, 24 Maret 2015

*..Gadis Berjilbab Merah Jambu..*


"Gadis berjilbab merah jambu. Bolehkah aku menyapamu..?"


Barangkali kamu mau mendengar sapaku. Atau mungkin ada sapa lain yang tengah kau tunggu. Sedang apalah artinya sapaku. Aku yang baru bertemu denganmu senja lalu. Belum mengerti kamu, belum paham watakmu, makanan apa saja yang kamu suka, atau perkara apa saja yang tak kamu suka. Bahkan hanya untuk mengeja namamu pun aku belum mampu. Karena yang aku tahu namamu adalah Gadis berjilbab merah jambu..

Gadis berjilbab merah jambu. Apa kabarmu? Masihkah kamu mengingatku? Lama kita tak berjumpa. Atau hanya aku saja yang merasa? Jujur. Aku masih seringkali memimpikanmu. Berbincang tentangmu bersama udara malam yang selalu kita dekap disetiap lelap. Bayangmu pun masih seringkali hadir. Tapi sayang, ya sayangnya kini kau berubah dari dambaan menjadi kenangan..

Gadis berjilbab merah jambu. Jujur, kadang aku berpikir lama kau tak menggetarkan hatiku. Jangankan hati sekedar membuat kotak bercahaya itu bergetarpun tak lagi kau lakukan. Kemana? Kau tak datang menengokku, tak lagi menanyakan kabar tentangku, atau menatapku pulang di kala petang datang. Mungkinkah kau sudah lupa dimana kamu letakkan semua hal itu? Apa segalanya begitu mudah terlupakan? Bisakah lebih dulu kau telaah kenangan? Atau apakah aku terlalu membosankan..?

Gadis berjilbab merah jambu. Sekali lagi bolehkah aku menyapamu? Atau haruskah aku memberi sapa untuknya juga? Agar takkan pernah ada rasa cemburu yang seringkali membutakan mata. Selamat senja untuk kalian berdua. Gadis berjilbab merah jambu dan lelaki yang mencintaimu. Mungkin memang bagimu dia begitu berarti, dia mampu menjadikanmu yang pertama. Sedang aku? Hanya bisa berusaha membuatmu bahagia, meski aku tak bisa menjadikanmu yang pertama sepertinya. Atau tentang aku yang selalu terlambat datang di hari istimewamu. Ya, hari istimewamu itu..

Gadis berjilbab merah jambu. Bukankah waktu itu kau pernah berkata kau tak apa, bukankah waktu itu aku pernah meminta jawab untuk sebuah tanya? Lantas, kenapa? Apakah hakikat cinta selalu soal waktu? Perkara tentang siapa yang lebih dulu bertemu. Perkara tentang siapa yang datang tepat waktu. Perkara tentang siapa yang lebih banyak menemani waktumu. Tapi kau lupa satu hal, perkara tentang siapa yang lebih lama menunggu..

Gadis berjilbab merah jambu. Masih ingat dengan tanggal ini? Masih ingat dengan senja itu? Masih ingat dengan janji kita? Ah sudahlah kau benar. Lupakan, hiraukan, abaikan. Untuk apa kita mengingat dan menyimpan kenangan yang telah usang di bekakang. Sedang di depan ada bahagia yang sedang bersinar terang. Selamat untukmu, Gadis berjilbab merah jambu. Selamat senja untuk kalian berdua. Dan, selamat gagal untuk kita..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..