Sabtu, 27 Juli 2013

*..Dear Diary Patah Hati(2)..*


Dear Diary,,



Hari ini, hari ini terulang kembali. Hari dimana aku merindukannya, hari dimana aku kehilangannya. Kau tahu? Jujur aku pernah berpikir, tidak masalah jika dia melupakan aku. Aku juga akan mencoba melupakannya, aku akan berkata pada diriku sendiri untuk berhenti. Dan kini setelah aku sudah menghapus semua pikiran tentangnya, wajahnya kini terbayang kembali. Mengapa begitu sulit melupakan dia? Aku bahkan tidak bisa memberitahu dirinya bahwa aku kini merindukannya..

Kerinduan yang diciptakan olehnya benar-benar sangat menyiksa. Mungkin sakitnya takkan pernah terlihat namun lukanya bisa kurasakan. Seperti orang bodoh, sama seperti orang bodoh aku kembali berkata pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan punya perasaan seperti cinta "Berhenti dan lupakan saja! Kumohon berhenti dan lupakan! Pergi dan tinggalkan aku sendiri" Aku ingin melupakannya seperti dia melupakan aku, aku ingin mengacuhkannya seperti dia mengacuhkan aku. Namun kenapa, kenapa senyum di wajah itu tak mau hilang dari benakku?

Seperti bintang di malam ini, aku kembali memandangnya dan mencoba menyentuhnya seakan dekat, tetapi nyatanya aku memang hanya bisa memandangnya tanpa pernah mampu menyentuhnya. Karena aku sadar, karena aku tahu aku bukanlah malaikat yang miliki sayap untuk terbang menyentuh hatinya. Hanya manusia tak sempurna yang hanya bisa mengaguminya tanpa pernah dia sadari dan mengerti. Ya benar, hanya bisa mengaguminya..

Seperti orang bodoh, sama seperti orang bodoh. Kembali ku tersenyum dan menangis di waktu yang sama. Kuangkat teleponku dan kuletakkan kembali, kuangkat teleponku dan kuletakkan kembali. Tahukah kamu berapa kali ku lakukan itu berulang kali? Kenapa aku seperti ini selama beberapa hari? Aku merindukannya seperti aku akan menjadi gila, benar-benar gila karena dia. Menunggu sebuah pesan darinya berhari-hari menjadi harapan bahkan seperti obsesi. Obsesi yang begitu besar melebihi apa yang kuharapkan..

Kini aku menyerah. Aku menyerah pada kerinduan untuknya. Aku mencoba untuk merasakannya di setiap ujung-ujung jariku di setiap ujung-ujung penaku. Tetapi aku lupa, aku selalu lupa bahwa seindah apapun dirinya aku tetap tak dapat menyentuhnya. Tahukah kamu? Kini aku temukan satu alasan, kenapa dia selalu hidup dalam ruang hatiku? karena aku mencintainya, sangat mencintainya..

"Aku mencintaimu" Kata-kata yang terus aku teriakkan dalam hatiku. "Aku mencintaimu" Kata-kata yang hanya bisa aku bisikkan di belakangnya. "Aku mencintaimu" Kata-kata yang tidak akan bisa kusampaikan padanya, menjadi hela nafas panjang dan mengalir melalui hatiku, mengalun diatas angin, terus terbang jauh dan sangat jauh tanpa pernah bisa kusentuh..

Selamanya aku akan membiarkannya, selamanya aku akan menunggunya. Selamanya, selamanya hanya dirinya. Tanpa sadar lelahnya langkah ini membawaku ke sisi lain hatiku yang rapuh. Meskipun aku tahu ini takkan merubah keadaan. Meskipun terlambat untuk kuakui. Namun seiring waktu berjalan aku masih disini bersama kesetiaan, setia menantimu..

Walaupun dia dapat menghapusku dari hatinya, tapi itu takkan menghapus jejaknya dari hatiku. Kenapa? Karena dirinya belum mengembalikkan air mata yang telah kuberikan untuk semua kerinduan. Karena dirinya belum menyampaikan kata yang harus diucapkan untuk sebuah pertanyaan..

"Siapa aku bagimu?" 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..