Jumat, 10 Februari 2017

*..Sebuah Boneka(2)..*

"Karena nasib akhir sebuah boneka itu cuma dua, jika tak terbuang maka akan terlupakan..?"
 
Jadi mana yang kau pilih bonekaku? Atau sekarang aku harus memanggilmu bonekanya? Apapun itu, dan seperti apa alasanmu, akhirnya akan sama-sama menyedihkan. Entah itu terbuang ataupun terlupakan. Bukannya aku menakutimu, tapi percayalah aku pernah merasakan kedua-duanya..
 
 
Jadi untuk alasan apalagi sekarang kau masih ada di sisinya? Cepat atau lambat kau harus memilih nasibmu itu. Terbuang atau terlupakan. Dan kau tahu apa yang lebih menyakitkan dari itu? Kau tak punya pilihan lain..
 
 
Hentikan alasan bodoh yang mengatas namakan kesetiaan. Kau selalu bilang kau akan selalu bahagia selama masih ada disisinya. Jangan bodoh. Jangan karena tubuhmu terbuat dari benda putih itu, kau memilih untuk tak punya otak juga? Sadarlah, posisimu disini hanyalah sebuah boneka. Tidak kurang tidak lebih..
 
 
Kuberi tahu sebuah rahasia untukmu. Saat dia sedang senang dan tertawa sambil memelukmu, apakah ia sedang bahagia karenamu? Saat dia sedang marah dan memukul-mukul tubuhmu, apakah ia sedang ada masalah denganmu? Saat ia sedang sedih dan menangis lalu bercerita denganmu, apakah ia sedang berbicara tentangmu? Tidak kan? Kau bukanlah alasan di balik itu semua. Apa aku salah bicara..?
 
 
Jadi cepatlah pergi dari sisinya. Sebelum waktu dan keadaan membuatmu semakin terlihat menyedihkan. Jika kau tak tahu harus pergi kemana, ambil saja sekop di sudut gudang itu. Gali kuburanmu sendiri di sebelahku, sebagai sesuatu yang telah terbuang dan terlupakan olehnya. Tenang saja, aku sudah menyiapkan ruangan khusus di dalamnya. Lengkap dengan temaram cahaya lilin yang kunyalakan tadi malam. Cukup luas dan nyaman untuk kita nyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..