Minggu, 19 Februari 2017

*..Hidup Dalam Drama Komedi..*

hidup drama komedi

"Hidup ini seperti drama. Drama komedi tepatnya. Kadang ada yang menertawakan, dan kadang ada yang ditertawakan.."
 
 
Layaknya sebuah drama komedi, hidup kita pun penuh dengan kelucuan. Entah disengaja ataupun tidak, tokoh utama dalam drama komedi itu adalah diri kita sendiri. Tokoh utama yang dari awal memang bodoh, berpura-pura bodoh, atau lebih tepatnya di bodohi. Semuanya sama saja, intinya kita bodoh. Bukankah bodoh itu lucu? Jadi tertawakanlah diri kita yang pernah menjadi bodoh..
 
 
Kenapa diam? Tertawalah. Apa aku salah? Bukankah menjadi bodoh itu pilihan kita. Kenapa harus bersedih? Kenapa harus menangis? Dan kenapa harus menyesal? Hei, tertawalah. Semesta yang telah memberikan akal pada kita juga tak akan menyalahkan. Dia juga mungkin tertawa disana melihat peran yang sedang kita mainkan. Lihatlah di depan cermin, betapa bodohnya kita ini..
 
 
Dan kau tahu apa yang sering membuat kita bodoh. Ya benar, sesuatu yang mereka sebut sebagai cinta. Apa kau mengenalnya? Jangan kau tanya aku, aku sudah akrab dengannya. Tiap hari aku dan dia selalu tertawa bersama. Bahkan aku juga berteman dengan teman-temannya yang lain. Seperti rindu, kesetiaan, kejujuran, harapan, mimpi, dan kasih sayang. Menyenangkan ketika aku bersama mereka, mereka selalu membawaku terbang tinggi ke atas sana. Tapi sayangnya setelah cukup tinggi mereka menerbangkanku mereka menjatuhkanku. Ya aku jatuh. Bukankah sesuatu yang jatuh itu lucu? Kita sering menertawakan mereka yang sedang terjatuh kan..?
 
 
Dan apa yang kulihat sama seperti mereka yang pernah jatuh lihat. Teman-temanku tertawa di atas sana. Entah tawa sedih, tawa sinis, ataukah tawa bahagia. Tapi kulihat ada yang berbeda. Mereka di atas sana tak lagi sendiri. Cinta bersama luka, rindu bersama belenggu, kejujuran bersama kebohongan, kesetiaan bersama pengkhianatan, dan kasih sayang bersama..? Tunggu, kemana kasih sayang pergi? Bukankah dia yang paling dekat disebelahku tadi? Ah sial, aku kehilangan dia. Parahnya lagi mereka yang diatas sana telah kuanggap teman ternyata memiliki pasangan. Pantas saja mereka menjatuhkanku sedemikian rupa ketika pasangan mereka datang. Harusnya dari awal mereka bilang, agar aku tak memasang wajah riang ketika mereka mengajakku terbang..
 
 
Dan akhirnya inilah yang kulakukan. Menertawakan hidupku meskipun itu menyakitkan. Tertawalah walaupun itu terasa perih. Karena dengan tertawa kita akan sejenak melupakan rasa sakit yang mereka berikan. Ya hanya sejenak, tapi itu lebih dari cukup kan? Daripada selamanya berada dalam kesedihan. Karena percayalah mereka yang masih terbang diatas sana, lebih senang melihat kita tertawa daripada bersedih. Mungkin bersedih akan membuat mereka peduli dan kembali datang menghibur kita lagi. Tapi percayalah setelah mereka mengajak kita terbang tinggi, kita akan kembali dijatuhkan lagi. Jadi lebih baik seperti ini ikut tertawa, bersama mereka yang sedang tertawa..
 
 
Lagipula ada tugas yang harus kuselesaikan di bawah sini. Mencari kasih sayang yang telah hilang. Apa kau melihatnya? Maukah kau membantuku mencarinya..?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..