Minggu, 05 Februari 2017

*..Aku Hanyalah Sebuah Boneka Sawah(2)..*

boneka sawah

"Hanya bisa melihat tanpa pernah bisa menjadi lebih dekat. Kau tahu apa artinya? Ya, karena aku hanyalah sebuah boneka sawah.." 


Terkoyak, tercabik, dan tak pernah terlihat menarik di matamu. Hanya bisa memandangmu dari jauh, tanpa pernah bisa menunjukkan keberadaanku. Aku disini hanya bisa melihatmu menjauh, tanpa pernah bisa mengatakan perasaanku.. 


Lusuh, berlumpur, kotor dan selalu kau abaikan. Kau yang selalu memalingkan wajahmu saat melihatku yang selalu memperhatikanmu di sini. Semenjijikan itukah aku bagimu? Sehina itukah aku untukmu? Kau yang selalu berpura-pura tak melihatku, walaupun aku jelas-jelas ada di depanmu.. 

 Hei, tunggu. Kenapa kau terburu-buru pergi seperti itu. Jangan katakan kau sekarang membenciku, hingga akhirnya sekarang kau pergi menjauh. Ku harap ini hanya karena mendung, hingga kau sekarang sibuk mencari tempat berlindung. Padahal di sini aku telah menyiapkan untukmu sebuah payung. Ya, sebuah payung yang kusiapkan untukmu jika akhirnya kau sudi berkunjung. Agar mendung tak menjadi alasan yang selalu membuat wajahmu murung.. 

Aku? Jangan pikirkan tentangku. Pakai saja payung itu. Aku terbiasa seperti ini. Di guyur hujan tanpa pernah ada yang mempedulikan. Bukankah memang seperti itu nasib boneka sawah? Tak pernah dianggap, dan tak penting untuk di perhatikan. Tenang aku takkan mengeluh apa lagi sedih karena payungku kau ambil. Aku malah senang, bukan karena akhirnya pertama kalinya aku bisa berarti untukmu dengan memberimu payungku. Tapi aku lebih senang karena hujan.. 

Ya, hujan. Karena hujan adalah sesuatu yang turun dari langit. Bukankah langit adalah tempat tinggalmu? Kamu yang aku sebut sebagai bidadari. Entah karena alasan apa kau sampai turun ke bumi. Entah untuk alasan apa kau sampai menghilangkan sayapmu itu. Haruskah aku membuatkan sayap baru untukmu? Sayap yang terbuat dari anyaman jerami dan ilalang yang ada di sekitarku.. 

Dasar bodoh! Aku lupa mana mungkin kau mau memakai sayap lusuh dan kotor seperti itu. Bukankah kau lebih senang dengan sesuatu yang berkilau? Sesuatu yang mereka sebut sebagai sebuah kebahagiaan. Bukan sebuah kesederhanaan yang kutawarkan.. 

Akhirnya kau pergi. Abaikanku yang masih berdiri disini. Acuhkan payung yang masih terlipat dengan rapi. Aku yang hanya bisa melihat, tanpa pernah bisa lebih dekat. Ya, karena aku hanyalah sebuah boneka sawah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..