Senin, 13 Juli 2015

*..Apakah Kau Melihatku..*


Dan untuk kesekian kalinya jantung ini benar-benar berdegup kencang, saat aku melihatnya...



Aku melihatnya, namun ia tak melihatku. Aku menatapnya, namun ia tak menatapku. Aku tak bisa menguasai diriku sendiri, hanya bisa terdiam ketika ia melangkah ke arah yang salah. Dan ketika kesadaranku kembali ingin sebenarnya aku memanggilnya, tapi terlambat ia sudah menjauh. Lalu aku berpikir, "Pasti ia akan kembali ke arah yang benar, ke arahku." Aku menunggu. Lama sekali rasanya menunggu ia yang sedang tersesat. Ingin aku menyusulnya. Tapi tidak, ia pasti akan kembali cepat atau lambat...


Akhirnya kulihat ia kembali berjalan ke arah yang benar. Ke arahku. Tapi entah mengapa, aku harus berpura-pura seperti tidak sedang melihatnya. Aku hanya menunduk, memainkan kotak bercahayaku. Hmmm, sejujurnya dalam hati aku berharap dialah yang akan melihatku. Dan ketika aku melihat langkahnya di depanku, ia pun masih tidak melihatku. Astaga, di mana ia menaruh kedua matanya, hei gadis muda? Apa yang sedang ia lakukan? Apa ia juga sedang pura-pura tidak melihatku? Kesal sekali rasanya. Ingin rasanya aku meneriakinya, memarahinya, bahwa ia benar-benar bodoh. Tapi aku hanya menyimpan semua rasa kesalku itu dalam hati. Aku takut dengan sebuah kenyataan jika selain ia tak bisa melihatku, ia juga tak bisa mendengarku...


Lalu kulihat ia berdiri di suatu tempat tak jauh dariku. Menunggu. Menunggu sesuatu. Tapi di tempat yang berbeda. Aku di sini, ia di sana. Aku melihatnya, namun ia tak melihatku. Aku menatapnya, namun ia tak menatapku. Jadi kapan kita berdua bisa jadi 'saling'..?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..