Tuesday, 26 May 2015

*..Filosofi Cokelat..*




Belakangan ini aku mempunyai kebiasaan baru. Bukan. Bukan tentang kebiasaanku mengambil potret dirinya secara diam-diam, lalu kugambar ulang potretnya di atas kertas. Dan kalau sedang ada waktu luang akan kubingkai gambarnya dan kupajang di dekat jendela kamar. Sambil melihat matahari tenggelam dengan gambarnya yang ada di sampingku, itu sedikit membuatku nyaman. Lalu kenapa aku tidak memakai potret aslinya saja? Kenapa aku harus susah-susah menggambarnya? Tidak. Aku tak enak padanya. Bukankah aku mengambilnya secara diam-diam, mungkin ia akan marah jika aku memakai potretnya tanpa izin. Jadi lebih baik memakai gambarnya saja kan? Meskipun katanya itu sama saja tapi bagiku itu berbeda. Mengambil sesuatu tanpa izin memang dilarang oleh Semesta, tapi bukankah tak ada yang melarang untuk menggambar keindahan hasil ciptaan-Nya. Dan bagiku dia itu adalah salah satu keindahan yang ada di dunia...



Baiklah cukup. Itu tadi cuma kebiasaan lama yang belakangan sudah mulai kutinggalkan. Tidak bukan karena bosan. Aku tidak bosan sama sekali untuk melakukannya. Hanya saja beberapa hari yang lalu pensilku patah. Aku malas untuk meruncingkannya. Terlebih hujan selalu saja datang dan membasahi kertas-kertasku. Memaksa untuk menggambar dengan pensil tumpul dan kertas yang basah sama saja dengan menunggu pelangi yang hadir di malam hari. Sama-sama tidak akan pernah bisa. Jadi ku putuskan untuk meninggalkan kebiasaan lamaku itu dan menggantinya dengan kebiasaan baru yang tak ada lagi hubungannya dengan dirinya. Owh ya, mengenai kebiasaan lamaku itu kumohon kamu jangan memberitahunya ya! Sssssttt.. Aku takut dia akan marah jika mendengarnya, jadi anggap saja ini adalah rahasia kecil diantara kita berdua. Oke..?

Aku ingin memberitahumu kebiasaan baruku, tapi kumohon kamu jangan tertawa. Aku tahu ini terdengar aneh bagimu tapi mau bagaimana lagi? Mungkin karena aku suka. Bukankah kita tak mempunyai hak untuk mengatur hal yang disukai oleh seseorang. Jadi jika aku suka makan cokelat itu tidak masalah kan? Ya, cokelat. Aku suka makan cokelat, dan itu menjadi kebiasaan baruku sekarang. Aku tahu ini terdengar menggelikan. Mengapa laki-laki dewasa seperti aku sangat menyukai cokelat? Seperti anak-anak saja atau kewanita-wanitaan mereka bilang, tapi terserah itu pendapat mereka yang jelas aku sangat suka cokelat. Entah itu cokelat batangan, cokelat seduh, atau varian cokelat lainnya, aku suka semua jenis cokelat. Karena ada pelajaran penting yang terkandung dalam sebuah cokelat...

Cokelat, kamu pasti tahu ini kan? Cokelat memiliki rasa yang manis dan sedikit pahit. Berwarna sama dengan sebutan untuk spektrum warnanya, cokelat. Rasanya yang manis seringkali di identikan dengan hal-hal yang berbau romantis. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa 'hidup itu semanis cokelat'. Bagiku ini adalah ungkapan yang salah. Yang benar adalah 'hidup itu seperti cokelat'. Kalau begitu apa bedanya? Bukankah tadi sudah kubilang rasa cokelat tidak hanya manis, terdapat pula rasa sedikit pahit di dalamnya. Itulah hidup, tak hanya manis menghiasi perjalanannya. Namun jangan salah persepsi. Pahitnya hidup tidak selamanya buruk. Coba kamu bayangkan, ketika kamu hidup yang ada hanya kebahagiaan, bahagia selamanya seperti cerita para puteri raja. Tidak pernah merasakan indahnya masalah. Maka hidup terasa flat. Tidak ada tantangan. Tidak berwarna. Dalam merasakan hidup, sama halnya ketika memakan cokelat. Jangan sekaligus dilahap, biarkan rasa manis dan pahitnya lumer dilidah, agar kita bisa tahu nikmatnya cokelat itu saat menyentuh lidah. Begitu pula hidup. Biarkan hidup berjalan dengan semestinya, baik itu senang ataupun sedih. Karena sebenarnya dibalik itu semua terdapat rasa yang indah...

Hidup dan cokelat, sama-sama dinikmati. Jika semangat untuk hidup tidak ada, apakah cokelat masih terasa manis di lidah? Sepertinya aku masih mempunyai mempunyai sebatang cokelat di sini, bagaimana kalau kita nikmati bersama sambil menunggu matahari tenggelam lagi..?

1 comment:

  1. antara impian hidup yang masih kekal :
    berkahwin dengan pemilik kilang coklat....
    I LOVE CHOCOLATE!!!!!

    ReplyDelete