Selasa, 08 September 2015

*..Pengorbanan dan Penantian Ini..*



"Tak pernah ada yang namanya sia-sia. Begitupun dengan yang namanya pengorbanan.."


Lalu apa artinya semua pengorbanan dan penantian yang kulakukan selama ini untuknya? Masihkah bermakna jika hal itu ternyata tak sanggup menyakinkannya? Jangan tanya berapa banyak waktu, perhatian, dan segala milikku yang telah kuberikan padanya. Telah kuberikan segala yang kumiliki untuknya, dan ia masih tak menyadarinya. Atau ia hanya pura-pura tak menyadarinya? Haruskah kesungguhanku dibalas dengan kepura-puraan? Bukankah cinta tak sebercanda itu..?


Berapa banyak lagi luka yang harus kucicipi hanya karena masih menyimpan angan tentang dirinya? Percuma. Untuk apa bertahan jika ia tak melihat bahwa aku sedang bertahan untuknya? Ternyata sia-sia. Aku bukan seorang yang munafik. Kuakui aku masih menunggunya, tapi jika dia lebih memilih tetap berjalan ke depan tanpa sedikitpun melihat lagi ke arahku, lalu untuk apa? Untuk apa aku masih berdiri disini? Menatap punggungnya menjauh dari pandanganku. Padahal Semesta sedang menyediakan jalan lain untukku. Jalan lain yang tak dipenuhi oleh duri-duri yang melukai..

Bukan. Bukan kehadiranku yang aku ingin ia hargai. Bukan tanyaku yang aku ingin ia jawab. Bukan sakitku yang aku ingin ia hilangkan. Aku tak meminta semua itu darinya. Aku hanya meminta untuk tak disepelekan. Aku tahu tak mudah untuk menyakinkan hatinya untukku. Tapi coba tanya padaku, kenapa aku pernah menyakinkan hatiku untuknya? Cinta tak hanya sebatas perasaan nyaman yang ingin kita dapatkan. Cinta tak hanya sebatas limpahan materi yang akan kita genggam. Cinta tak hanya sebatas kebanggaan yang pernah kita impikan. Dan aku pernah berpikir semua itu tentang cintaku pada dirinya. Ya, cinta yang tak membutuhkan alasan..

Tapi ia menghancurkan segalanya. Segala deskripsi tentang wujud cintaku padanya. Menggelapkan hatiku yang dulu sempat aku terangi dengan angan dan cinta tentangnya. Ia tak menyisakan setitik cahaya lagi untukku. Musnah sudah semua angan dan cintaku padanya. Apa yang telah ia lakukan telah merubah segala keindahan yang sempat aku kagumi dari sebuah cinta. Ia telah membutakan semua, tak dapat lagi kutemukan cinta dalam gelapnya hati yang telah ia sia-siakan..

Dari awal harusnya aku menyadari pengorbanan dan penantian bukanlah kosa kata yang ingin ia dengar. Dan dengan bodohnya hal itu bukan hanya aku katakan, tapi sampai aku lakukan untuknya. Harusnya aku mendengar kata-kata mereka bahwa cinta yang terlalu dalam hanya akan menenggelamkanmu dalam luka yang lebih dalam. Dan sampai kapanpun ia tak akan pernah menatap ke arah matahari tenggelam, menatap ke arah dimana jalanku pulang, menatap ke arahku yang pernah menunggunya datang..

Jangan salahkan aku jika kau takkan melihatku lagi disana. Jangan salahkan aku jika kau takkan menemukanku lagi disana. Salahkan saja dia yang telah mematahkan hatiku. Salahkan saja dia yang telah melukai cintaku. Disini aku tak ingin bicara lagi, biarkan aku sendiri berhenti mencari arti yang tak pernah pasti. Disini aku tak ingin bertanya lagi, biarkan aku memilih jalan lain yang telah Semesta siapkan untukku..

Tutup semua cerita pengorbanan ini, akhiri segala kisah penantian ini. Bila saatnya tiba aku dan dia pasti akan menemukan jawabannya. Walau masih mengandalkan waktu untuk menjawabnya. Kita lihat saja siapa yang akan waktu jelaskan lebih dulu. Semoga pengorbanan dan penantian ini memiliki arti yang indah untuknya. Karena jujur aku sudah tak peduli lagi..
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..