Selasa, 20 Mei 2014

*..Biarkan Aku Menjadi Langitmu..*


Dulu aku ingin menjadi mataharimu. Menjadi yang begitu engkau butuhkan meniti hari-hari. Menghangatkan dinginmu dengan pelukanku. Menerangi gelapmu dengan terangku. Berikanmu pelangi indah setelah hujan, oleh biasan cahayaku. Tapi seketika aku tersadar, ketika aku menjadi matahari, aku hanya bisa menghangatkan dan menerangimu tanpa pernah engkau mau menoleh dan melihatku secara utuh. Dan tak selamanya aku ada untukmu karena ketika malam tiba aku harus pergi..


Lalu terpikir olehku untuk menjadi rembulan. Rembulan yang menerangi gelap malammu, rembulan yang menghiasi lelap mimpimu. Tapi kembali aku tersadar, ketika aku jadi rembulan aku hanya akan menerangimu dari pantulan cahaya matahari. Sedangkan, aku ingin menerangimu dengan cahayaku sendiri. Dan bila aku menjadi rembulan aku hanya ada untukmu dimalam hari, ketika malam pun berlalu aku pun harus ikut menjauh dan berlalu..

Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menjadi bintang. Bintang berkelip yang selalu ada dan tak pernah hilang di atas langit. Aku pun memiliki cahaya ku sendiri untuk menerangimu. Namun seketika ku tersadar bila aku menjadi bintang bisa saja aku akan tertutup oleh awan yang begitu pekat dimalam hari dan begitu silau di siang hari, hingga engkau tak akan bisa melihat cahayaku yang begitu kecil di matamu. Mungkin karena jarakku dengan jarakmu terpisah sangat jauh..

Apa lebih baik bila aku menjadi pelangi? Menjadi pelangi indah yang muncul setelah hari-hari mendungmu. Menjadi pelangi indah yang berbentuk seperti indah lengkung senyummu. Tapi aku rasa tidak! Pelangi hanya muncul sesaat setelah hujan turun. Tak pernah lebih dari sesaat. Sedangkan aku ingin selalu ada di setiap waktumu. Bila tak ada hujan aku tak akan ada. Dan aku ada dari biasan sinar matahari sedangkan aku ingin ada dengan caraku sendiri untukmu.. 

Kurasa menjadi awan tak terlalu buruk untukku. Awan yang akan melindungimu dari teriknya sinar matahari, awan yang menjadi payung pelindung di setiap waktumu. Awan yang mungkin membuatmu akan merasa lebih aman dan nyaman dengan teduhku. Tapi jika aku jadi awan tentu saja aku akan berubah menjadi hujan disuatu waktu. Dan hujan akan membuatmu basah dan kuyup. Dan aku tak mau membuatmu basah dan kuyup. Aku tak mau..

Aku menyerah. Hingga akhirnya tatapanku membentur langit tempat berjuta kepak sayap dan harapan tersimpan. Walau dia tak bisa menghangatkan, menerangi, atau pun menghiasi. Tetapi dia tak pernah hilang, dia akan selalu ada untukmu. Sekalipun langit terlihat mendung karena ditutupi awan, atau pun langit gelap karena tidak ada cahaya matahari, langit berubah menjadi gulita ketika malam tiba. Tapi langit selalu ada, langit takkan pernah pergi..

Biarkan aku menjadi langitmu. Tak begitu kau perhatikan, atau sama sekali tak kau perhatikan. Karena yang kau perhatikan hanyalah mereka yang indah dan berarti di matamu. Biarkan aku menjadi langitmu, walau pun aku terletak begitu jauh. Biar pun gelap, biar pun mendung tetapi aku selalu ada untukmu.. 

Biarkan aku menjadi langitmu, yang selalu ada untukmu tanpa ada batasan waktu. Langit yang selalu memperhatikanmu tanpa kamu tahu..

4 komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..