Kamis, 15 Agustus 2013

*..Saat Hujan Turun Di Pagi Hari..*


Hanya karena hujan, aku pikir aku terbangun sedikit lebih pagi hari ini, dan seperti pagi-pagi sebelumnya aku terdiam merenung tanpa alasan. Yaa, tanpa alasan memikirkan tentang kamu, tanpa alasan mengambil penaku untuk kulukis gambarmu, dan tanpa alasan kutulis ini di baliknya. Seperti aku yang selama ini kamu kenal, aku yang hanya bisa berani bicara di belakangmu. Jujur, aku tidak tahu siapa kamu sebenarnya, tapi percayalah aku merindukanmu pagi ini...



Sejak pertama kamu muncul dalam hidupku, tanpa kusadari entah sejak kapan aku telah jatuh cinta padamu. Kamu itu misterius, pertama kupikir kamu itu baik, cantik, anggun, dan berakhlaq sempurna. Yaa, aku memang tidak mengetahui siapa dan bagaimana sifatmu tapi kamu punya pesona yang tidak bisa kujelaskan. Rasa penasaran ini mungkin yang membuat aku ingin lebih dekat dengan kamu...

Apakah ini yang dinamakan cinta, kagum atau hanya penasaran? Tapi apapun kata yang bisa menggambarkan perasaanku padamu, rasanya kita harus mencari padanan kata baru yang tepat untuk diletakkan di dalam kamus, karena cinta saja tidak cukup untuk menjelaskan apa yang kurasakan...

Aku berharap hujan ini bisa membantuku untuk melupakanmu, tapi kamu selalu berhasil kembali masuk dalam pikiranku. Aku pikir aku sudah gila! Aku tidak tahu mengapa aku bisa jatuh cinta kepadamu. Ini salah, aku telah berusaha membuangmu jauh-jauh dari pikiranku. Namun setelah mencobanya berulang kali dengan sejuta alasan yang berbeda aku pikir melupakanmu adalah sesuatu yang sangat susah. Sekali lagi ini adalah sesuatu yang salah, mungkin karena aku terlalu mengharapkanmu...

Aku cuma punya harapan untuk memiliki sebuah cinta. Tapi kamu yang membuat harapan itu menjadi besar dan berharga. Kamu adalah bagian dari cintaku, bagian dari hidupku. Memiliki cinta juga berarti seberapa siapnya kita untuk kehilangan cinta itu. Sebuah perjuangan untuk menghadapi bahwa hidupku tidak akan pernah bisa jadi bagian dari cintamu...

Mungkin sakit mencintai seseorang yang takkan pernah membalas cinta kita. Namun lebih sakit lagi mencintai seseorang dan kita tidak pernah mempunyai keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya. Dan inilah aku, yang hanya bisa merangkai kata ke dalam sebuah bait dengan harapan suatu saat kau tak sengaja membacanya...

Aku tak pernah mengira untuk mencintaimu, aku tak pernah mengira untuk mengenalmu, aku juga tak pernah mengira untuk mengharapkanmu sedalam ini. Maaf, aku tak pernah mengira semuanya akan menjadi seperti ini. Sorry, I love with you. Tulisan ini jujur, tulisan ini untuk kamu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..