Minggu, 14 Mei 2017

*..Bukan Kisah Indah(3)..*


"Sebagai tanda cinta untukmu kurela lepaskanmu asalkan kau bahagia dengannya. Sebagai tanda sayang untukmu kurela sakit hati asalkan kau bahagia bersamanya.."


Dan bila kuharus pergi, ku akan pergi jauh dan takkan kembali. Ku akan merelakanmu bila itu bisa membuatmu bahagia. Selamanya. Disana walau tanpaku. Ku akan mengerti cinta dengan semua yang terjadi. Pastikan saja langkah dan mimpimu tetap berarti. Dan disini ku mencoba menghadapi semuanya sendiri. Bisakah aku tanpamu? Sanggupkah aku tanpamu..?"


Sehangat pelukan hujan, saat kau lambaikan tangan. Tenang wajahmu berbisik, inilah waktu yang tepat untuk berpisah. Selembut belaian badai, saat kau palingkan arah. Jejak langkahmu terbaca, inilah waktu yang tepat untuk berpisah. Aku tak pernah mengharapkanmu untuk kembali. Saat kau menemukan duniamu disana. Aku tak pernah menunggumu untuk kembali. Saat bahagia yang kau temukan bersamanya. Bila kedamaian kini memelukmu, jangan pernah kembali kepadaku yang pernah mengecewakanmu..


Bukankah pernah kukatakan betapa berartinya senyummu untukku? Bukankah pernah kukatakan betapa berartinya bahagiamu bagiku? Senyum dan bahagiamu adalah tema utama yang selalu hadir dalam setiap doa yang tercipta. Karena aku selalu pasti mengagumimu dengan hati, maka kupastikan hatimu takkan terluka lagi. Ku akan hilangkan alasan dibalik semua tangis dan sedihmu selama ini. Aku. Ya aku, inilah usaha terakhirku membuat tangismu berhenti dan senyummu kembali. Semoga masih bisa berarti..


Tak ada waktu untuk menjelaskan. Tak aku sangka perpisahan ini menjadi jawaban. Kutinggalkan dirimu, untuk sejenak melepas lelahku. Ingat kembali semua yang terjadi. Setiap langkah yang kita pilih meski terkadang perih, adalah harapan untuk membawa mimpi itu menjadi nyata. Membuatmu bahagia. Seperti saat kau belum mengenalku. Seperti saat ku belum mencintaimu. Cinta yang telah merusak bahagia dan telah membawa luka bagimu..


Dan bila esok datang kembali. Seperti sedia kala dimana kau bisa bercanda dan tertawa. Dan perlahan kau pun lupakan aku. Mimpi burukmu. Dimana ku telah tancapkan duri tajam, dan kau pun menangis. Menangis sedih. Maafkan aku. Dan bukan maksudku, bukan inginku melukaimu. Sadarkah kau disini ku pun terluka. Melupakanmu, menafikanmu. Maafkan aku..


Dan disini ku mencoba menggenggam takdir di tanganku. Mencoba bertahan tak menangisimu. Sekuat kaki ini mencoba berlari, tetapi terkadang hati ini menuntunnya kembali. Kembali merindukanmu lagi. Dan ku harus mengulanginya, mengembalikan kesadaranku kembali ke bait pertama. Bait pertama yang akhirnya menjadi penutup dari semua kisah kita..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..