Kamis, 12 Februari 2015

*..Aku Merindukanmu(2)..*


 
Aku benci saat-saat seperti ini. Saat malam kembali hadir, masih dengan aromanya yang semakin dingin. Aku benci saat-saat seperti ini. Saat rindu kembali datang, masih dengan sikapnya yang tak pernah meminta izin. Lagi-lagi aku menatap langit,mencoba menemukanmu di sana, dibalik wajahnya yang gelap. Sesekali kupejamkan mata ini, hanya untuk mengirim sebuah tanya pada sepi. Hei, apa kamu pun disana sedang menatap langit yang sama sepertiku..? 


Aku ingin menulis rinduku di langit itu agar kamu bisa membacanya. Tapi kamu tahu, aku tak lagi punya pena. Entah hilang dimana? Mungkin terjatuh saat tadi sore aku tak sengaja lewat di persimpangan jalan menuju rumahmu. Mungkin saja. Tunggu, bagaimana kalau aku cari saja disana? Mungkin saja masih ada. Tapi, ah sudahlah. Kalau pun masih ada, rasanya percuma, bagaimana bisa aku menyentuh langit dan menuliskan kata rindu itu untukmu? Seandainya ada kekuatan seperti itu, lebih baik menemuimu dan mengatakannya secara langsung kan..?

Lagipula aku tak tahu apa yang harus kutulis, agar kamu tahu aku merindukanmu. Sedang aku tak pandai berpuisi, tak pandai menggetarkan hati. Tapi kamu, jelas sekali kamu pandai membuatku terbenam rindu. Sungguh ini tak adil kan?! Ah sudahlah. Aku hanya ingin merindukanmu saja. Tanpa perlu ditemani lagu-lagu cinta, tanpa perlu sedikitpun kata..

Biarkan rindu-rindu yang hanya berisikan tentangmu ini, kusimpan saja dalam kotak kaca. Biarkan bisu, biarkan membeku. Agar tak lagi menggangu detak malamku. Tapi hei, kau pikir itu mudah? Sayangnya tidak. Tidak kemarin, tidak hari ini, entah esok? Mungkin aku rasa sama saja. Seperti tak tahu kapan rindu ini berawal, aku pun tak tahu kapan akan berakhir. Mungkin kamu tahu? Ada cara yang lebih mudah untuk menenangkan rindu ini? Ah, lupakan. Bahkan kamu tak tahu kalau aku sedang merindukanmu..

Lalu apa yang harus ku lakukan, agar kamu tahu aku merindukanmu. Haruskah kupinta angin malam agar membawa rindu ini dalam hembusnya, agar dapat kau rasa di belahan bumi manapun kau kini berada. Ah, sebentar. Aku lupa jika angin malam tak bagus untuk kesehatanmu. Bukankah menyakitkan jika orang yang kurindukan ternyata sedang sakit..?! 

Lalu harus dimana lagi ku gantungkan rindu ini. Mungkin lagi-lagi harus kunikmati sendiri pahit dan manisnya rindu ini. Ah, padahal aku ingin berbagi, denganmu. Ya, aku ingin berbagi denganmu. Itulah alasan kenapa aku menulis ini, agar kau tahu aku merindukanmu disini. Dan seharusnya sejak kau membaca tulisan ini, kamu tahu aku merindukanmu. Tapi mungkinkah kamu membacanya? Semoga saja tidak. Hahaha, sudahlah, kusimpan saja rindu ini dalam diam malamku..

Selamat malam rindu, selamat malam kamu. Semoga malam-malam esok dan seterusnya aku kembali merindukanmu.. 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..