Senin, 29 Juli 2013

*..Bukan Kisah Indah(2)..*


 
Dalam sebuah cerita cinta butuh pembuktian cinta butuh pengorbanan, dan kau tahu aku tak memilikinya aku tak bisa membuktikannya. Yang kupunya hanyalah ketulusan, ketulusanku mencintaimu dalam diam dalam kebisuan yang terlarang. Ketulusan yang tak pernah kutunjukkan ketulusan yang tak pernah kau sadari..



Hanya satu alasan yang kumiliki untuk perasaan ini. Hanya karena senyummu, tatapanmu, suaramu dan semua hal yang kau miliki di dirimu mengingatkanku padanya. Seseorang yang sangat aku cintai, seseorang yang sangat aku sayangi. Seseorang yang selalu hadir dalam mimpiku, seseorang yang selalu hadir dalam anganku. Ku memang tak pernah mengenalnya, ku memang tak pernah bertemu dengannya bidadari mimpiku. Namun kemarin saat ku melihatmu ku melihat dia ada di dalam dirimu, ku tak tahu apakah apakah kamu adalah dia ?? Ataukah dia adalah dirimu ?? Mungkin bagimu tak adil aku mencintaimu hanya karena aku mencintainya. Namun percayalah dirimu adalah dirinya di nyataku..

Mungkin benar aku belum mengenalmu secara utuh. Namun entah mengapa saat ku melihatmu, diriku seperti menemukan sesuatu yang dulu pernah ku miliki, sesuatu yang kini hilang bagaikan embun pagi yang sirna terbakar pelukkan sang mentari. Mungkin sulit untuk kau mengerti , karena ku tahu dirimu tak memiliki perasaan yang sama denganku, perasaan yang membelenggu hati merantai jiwa. Seakan ingin melepaskannya namun sulit untukku bisa lepaskan. Karena hatiku tak sekuat hatimu, karena hatiku hanya mempunyai satu pilihan, dan pilihan itu adalah dirimu hanya dirimu. Namun kusadar hati tak bisa di paksakan, namun kau juga harus sadar ini bukan cerita, ini hanyalah aku yang mencoba bicara kejujuran kejujuran hatiku yang telah lama ku simpan. Ku tak menyuruhmu untuk membacanya, ku tak memaksamu untuk memahaminya. Ku hanya ingin kau merasakannya, merasakan perasaan yang tertinggal untukmu..

Salahkah aku yang terlanjur memilihmu, mengharapmu menjadi tokoh utama dalam cerita hatiku. Kini ku tenggelam di dalam luka yang kupilih sendiri, luka yang kita buat bersama di atas hatiku yang selalu merindukanmu, selalu mengharapmu, selalu menunggumu bersama kelamnya warna sepi yang hiasi hari-hariku yang telah kehilangan kata bahagia..

Masihkah kau mengingatku, aku yang tak miliki kesempurnaan cinta yang kau cari. Mungkin kini diriku hanya bisa memandangmu sebagai bintang yang tak bisa kusentuh apalagi kumiliki. Mencoba menjaga kesetiaan pada sang waktu, tak usah kau pedulikan aku dan perasaanku, karena ku yakin bahagiamu ada di sana. Di tempat dimana kau bisa bersinar terang, bukan di sini di tempat dimana kegelapan meredupkan cahayamu, di batas gelapnya langit hatiku yang tak pernah berhenti meneteskan gerimis kerinduan untukmu..

Kini ku berdiri diantara kebimbangan, berdiri di batas terakhir keraguan hatiku. Hatiku yang ingin memelihara perasaan ini untukmu ataukah hatiku yang ingin melupakan perasaan ini untukku. Seakan ku berdiri diatas tebing yang rapuh di tengah-tengah kedua jurang yang menungguku untuk jatuh. Dan tak mungkin ku berdiri di sini selamanya, karena waktu kan mengikis keraguan ini secara perlahan, sangat perlahan. Jadi apa bedanya aku jatuh sekarang atau nanti? Dan kau tahu pilihan manapun yang kupilih aku akan tetap jatuh dan rasanya akan tetap sakit untukku. Mengapa kau membuat pilihan ini menjadi sulit untukku, untukku yang tak terbiasa mengenal cinta.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..