Minggu, 12 April 2015

*..Gadis Berjilbab Merah Jambu(4)..*



Gadis berjilbab merah jambu. Untuk yang nantinya akan membaca tulisan bodohku.. 


Aku hanya ingin kamu tahu. Akhir-akhir ini ada yang sedang melakukan kebiasaan yang sudah lama ditinggalkan. Ya benar, aku. Merindukanmu. Isi kepala kembali menyodorkan sebuah tanya, apa kabarmu yang jauh disana? Tapi kenapa lagi-lagi itu kamu? Sejak kapan harus kamu? Benarkah itu kamu? Bukankah dulu kita tak pernah bersentuhan dengan perasaan? Benarkah dulu kita berdua pernah menciptakan sebuah kenangan? Atau memang hanya aku yang terjebak dalam jerat rasa yang kuperankan sendirian..?

 
Gadis berjilbab merah jambu. Untuk yang masih setia menjadi objek utama dalam setiap lamunan. Anggap saja coretan ini adalah salah satu cara mengatakan sebuah ‘hai’ yang tak berani kuungkapkan. Aku terlalu rindu, terlalu ingin bertemu dan terlalu ingin kamu tahu. Terlalu ingin sebuah temu tanpa harus aku yang memulai segalanya lebih dulu. Atau sebut saja aku terlalu malu untuk mengatakan 'aku rindu padamu'. Aku tahu bahwa merindukan seseorang diam-diam tanpa persetujuan orang yang sedang dirindukan tidak akan pernah mendapatkan apa-apa selain bersiap jika sewaktu-waktu akan dilahap oleh sebuah rasa yang diabaikan. Benar kan..?

 
Gadis berjilbab merah jambu. Entah mengapa semua hal yang berkaitan denganmu berubah menjadi rumit untukku. Di satu sisi aku takut untuk mengatakan aku rindu padamu. Tapi di sisi lain aku ingin telingamu mendengar sesuatu yang berisikan perasaan malu-malu yang kini menjadi pencipta rona merah di pipiku. Tapi aku begitu takut kalau-kalau kamu tak miliki perasaan yang sama. Kalau-kalau harapanku saja yang terlalu tinggi mengudara. Ternyata mengingkari perasaan tak semudah yang dibayangkan.. 

 
Gadis berjilbab merah jambu. Aku akui, aku memang terlalu takut jika suatu hari ada pengakuan yang nantinya akan membuat kita menjadi lebih berjauhan dari jarak yang kita buat sekarang. Kalau-kalau kita hanya akan jadi bahan tertawaan semesta, aku yang terlalu mudah untuk merindu dan kamu yang belum siap untuk menjadi objek yang aku rindu..

 
Gadis berjilbab merah jambu. Seperti yang tertulis dalam setiap novel cerita cinta, resiko jatuh adalah patah. Tapi ini bukanlah cerita cinta, tak mudah untuk membuat segalanya kembali menjadi baik-baik saja. Aku terkurung dalam sebuah dilema. Karena melangkah takut membuat segalanya berubah, dan mundur pun takut seperti mengabaikan kesempatan yang sudah diberikan Semesta. Tapi kuharap semoga nanti ada masanya, semoga segalanya tiba di waktu yang tepat. Tanpa perlu ada yang berubah menjadi asing, tanpa ada yang menyesali semua sudah terlambat. Kuharap pertemuan kita waktu itu, bukan berujung pada pertemuan terakhir yang bisa kita buat..

 
Gadis berjilbab merah jambu. Sebenarnya sudah lama aku berusaha untuk belajar melepasmu. Tapi semakin temu tak dihadiahkan untukku, semakin pikirku bekerja dua kali lipat memikirkanmu. Penuh, tak bisa dibatasi, tak pernah bisa kuusir pergi, hanya bisa menunggu waktu yang tak pernah pasti. Sudah lama sekali aku tak mencicipi rindu. Begini ya rasanya? Kukira jika dibiarkan lama ia akan berubah, ternyata masih saja sama. Harapanku cuma satu semoga tidak terlalu lama sorot matamu bisa beradu denganku, semoga tidak terlalu lama aku menyimpan sebuah rindu, semoga segalanya akan dipertemukan oleh waktu..







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Masih menyibukan diri bersama kenangan yang berserakan..