Tuesday, 24 March 2015

*..Dekat Namun Terasa Jauh..*

dekat tapi jauh

Dekat namun terasa jauh. Seperti ketika harus bingung untuk kembali memulai. Entah kenapa semuanya seolah kembali lagi keawal..



Dekat namun terasa jauh. Seperti ketika merasakan canggung saat dulu berpapasan. Hanya mampu tersenyum untuk sedikit meredam perasaan..

Dekat namun terasa jauh. Seperti hati yang telah menjadi arang tapi tetap berkeras tak mau padam. Entahlah mungkin ia ingin menjadi abu yang berdebu..

Dekat namun terasa jauh. Seperti tak melihat padahal dekat. Mungkin tersekat oleh ego yang masih melekat..

Dekat namun terasa jauh. Seperti terasa ingin melupakan tapi juga ingin bertahan. Seolah semuanya menjadi serba salah untuk dilakukan..

Dekat namun terasa jauh. Seperti mencoba mengerti tapi tak pernah dimengerti. Pengertian yang sia-sia, pengertian yang tak berharga..

Dekat namun terasa jauh. Selalu memperhatikan tapi tak pernah sedikitpun terperhatikan. Perhatian yang terabaikan, perhatian yang tak dibutuhkan..

Dekat namun terasa jauh. Seperti berharap dapat selalu bersama namun tak pernah diharapkan untuk bersama. Ya, mimpi dua orang memang tak pernah sama sekalipun mereka saudara, apalagi kita yang bukan siapa-siapa..

Dekat namun terasa jauh. Seperti satu kata yang tertulis dalam kamus bahasa namun kita tak pernah benar-benar mencoba untuk memahaminya. Padahal kita selalu mengucapkannya dalam setiap doa..

Dekat namun terasa jauh pada akhirnya hanyalah seperti kita sepasang jiwa yang saling memuja namun tak pernah lebih untuk bisa mencinta..

Dekat namun terasa jauh. Kau adalah waktu, sesuatu yang tak pernah bisa kembali ke masa lalu. Sedangkan aku adalah jarak, sesuatu yang tak pernah bisa lebih dekat. Dan diantara kita ada dinding yang kita buat bersama. Tak terlalu tinggi memang tapi cukup untuk membuat kita dekat namun terasa jauh dari yang terlihat..

No comments:

Post a Comment