Friday, 30 October 2015

*..Mencairkan Diam..*



Jadi kapan diam ini akan mencair..?

Entah ini hari ke berapa, anggap saja aku tak pandai untuk mengingat atau menghitung hari. Tapi aku pikir ini sudah lama, terlalu lama malah. Ya, terlalu lama kita diam..

Monday, 14 September 2015

*..Sebuah Buku..*



"Haruskah aku menutup buku yang sebenarnya belum habis aku baca? Haruskah aku berhenti membaca buku yang sebenarnya sama sekali tak pernah aku mengerti isinya..?"

Tuesday, 8 September 2015

Wednesday, 19 August 2015

*..Arti Seorang Figuran..*



"Hidup itu ibarat lembaran cerita yang telah dituliskan. Akan ada banyak drama, konflik, dan misteri yang menghiasi setiap paragrafnya. Bedanya hanyalah kita tak bisa langsung meloncat ke halaman selanjutnya atau memutuskan untuk kembali ke halaman sebelumnya. Jadi nikmati saja setiap cerita yang disuguhkan oleh penulisnya, jangan pernah menyesal dan melewatkannya begitu saja. Karena jika kita peka, jawaban yang sedang kita cari telah tertulis di dalamnya.." 

Monday, 17 August 2015

*..Orang Yang Jatuh Cinta Diam-Diam..*



"Apa yang aku rasakan belum tentu kau juga rasakan. Apa yang ingin aku ungkapkan belum tentu kau mau mendengar.." 

*..Tentang Mengecewakan dan Dikecewakan..*




Ada pepatah yang mengatakan bahwa "Harapan tak selalu menjadi kenyataan." 

Ya. Dan hari ini aku harus kembali mencerna kata-kata itu sekali lagi dalam hati. Mengetahui maknanya lebih dalam untuk memahami maksud sebenarnya..

Monday, 13 July 2015

*..Apakah Kau Melihatku(3)..*

"Haruskah ini menjadi yang terakhir?" tanyaku, lebih kepada diriku sendiri..

*..Apakah Kau Melihatku(2)..*

Dia berhenti disana, melihat ke arahku tapi tidak pada sosokku. Dia berdiri disana, menatap ke arahku tapi tidak pada tempatku..

*..Apakah Kau Melihatku..*


Dan untuk kesekian kalinya jantung ini benar-benar berdegup kencang, saat aku melihatnya...

*..Surat Tak Beralamat..*

Teruntuk siapa saja yang membaca surat ini..

*..Selamat Jalan, Teman..*

Sepertinya hari ini aku harus kembali bersiap. Aku harus kembali bersiap untuk sebuah kehilangan. Lagi? Ya, bagiku ini bukanlah kehilangan yang pertama kali kulewati. Dulu aku pernah melewati kehilangan-kehilangan lain yang lebih menyakitkan. Tapi ternyata rasanya tetap sama saja seperti dulu. Kehilangan itu menjauhkan. Kehilangan itu melepaskan. Dan yang pasti kehilangan itu memisahkan..

Tuesday, 26 May 2015

*..Surat Darimu Untukku..*

surat darimu

Teruntuk lelaki yang merasa ku sia-siakan...

*..Secangkir Kopi Rasa Kenangan..*

kopi rasa kenangan pahit

Sebenarnya hari ini aku malas untuk menulis. Sungguh! Rasanya tubuh ini sudah tak sanggup lagi untuk menahan rasa kantuk dan lelah yang mulai datang. Aku ingin cepat pulang. Ah sial, aku lupa dengan masalah yang ada di gang depan. Baiklah aku mempunyai sebuah rencana, biar kulemparkan saja tulang-tulang yang ada pada tubuh ini pada anjing-anjing yang menunggu disana, biarkan mereka membawanya, memainkannya. Dan biarkan seonggok daging ini merangkak pelan menuju tempat tujuan, tidak begitu jauh namun tidak juga begitu dekat seperti yang terlihat. Hanya saja mungkin butuh waktu yang lama untuk sampai. Ya, aku ingin cepat pulang...

*..Filosofi Cokelat..*




Belakangan ini aku mempunyai kebiasaan baru. Bukan. Bukan tentang kebiasaanku mengambil potret dirinya secara diam-diam, lalu kugambar ulang potretnya di atas kertas. Dan kalau sedang ada waktu luang akan kubingkai gambarnya dan kupajang di dekat jendela kamar. Sambil melihat matahari tenggelam dengan gambarnya yang ada di sampingku, itu sedikit membuatku nyaman. Lalu kenapa aku tidak memakai potret aslinya saja? Kenapa aku harus susah-susah menggambarnya? Tidak. Aku tak enak padanya. Bukankah aku mengambilnya secara diam-diam, mungkin ia akan marah jika aku memakai potretnya tanpa izin. Jadi lebih baik memakai gambarnya saja kan? Meskipun katanya itu sama saja tapi bagiku itu berbeda. Mengambil sesuatu tanpa izin memang dilarang oleh Semesta, tapi bukankah tak ada yang melarang untuk menggambar keindahan hasil ciptaan-Nya. Dan bagiku dia itu adalah salah satu keindahan yang ada di dunia...

*..Kepercayaan Yang Ia Hancurkan..*

kepercayaan yang hancur


Hei, apa kabarmu hati? Masihkah kau nyaman tinggal disini? Ataukah kau mau berpindah lagi? Aku tahu ruang yang kuberikan terlalu sempit untukmu. Terlalu pengap dan sempit disini. Tapi, sudahlah lupakan niatmu. Tetaplah tinggal disini karena ada kabar gembira yang ingin kubagi denganmu. Ya, sudah kuputuskan untuk membuang sesuatu yang menyesakkan tempatmu itu..

*..Sebuah Persimpangan Jalan..*

persimpangan jalan

Dalam setiap perjalanan hidup seseorang. Entah siapapun kita ataupun dimanapun kita berada, kelak kita akan menemukan sebuah kesamaan. Bahwa ada masanya kita harus berhenti. Entah itu karena kelelahan atau karena memang kita berada di sebuah persimpangan jalan. Dan bahkan perkara menentukan langkah saja menjadi hal rumit saat dewasa, padahal waktu kecil kita begitu semangat lari ke sana ke mari tanpa peduli pada apa yang namanya jatuh..

*..Karena Malam Telah Datang..*

Kepada senja yang pernah menertawakan air mata, kusampaikan maaf karena aku harus beranjak. Bukan karena tak setia, tapi karena matahari sudah tenggelam. Apakah aku harus tetap menunggu sampai detik terakhir, sampai senja berakhir lagi seperti kemarin-kemarin? Menolak lagi hadirnya sang malam. Meski nyatanya yang aku tunggu tak pernah datang..

Wednesday, 15 April 2015

*..Kisah Tentang Kota Hujan(2)..*


Pernahkah kamu mendengar kisah tentang kota hujan? Kota yang tidak pernah kehabisan cara untuk menghadirkan cerita lama. Kota yang tidak pernah lupa untuk membungkus hujan sebagai hadiah bagi mereka yang masih menyimpan luka. Dan hari ini aku kembali, menemuinya. Kota hujan yang dulu sempat mengajukan sebuah tanya untuk hubungan 'aneh' kita. Dulu saat aku dan kamu terakhir kali mencicipi sebuah temu..

*..Aku Benci Diabaikan..*


"Ini tak ada hubungannya dengan kalian. Ini hanyalah tentang perasaanku kepada seseorang.."

Monday, 13 April 2015

*..Percayalah, Aku Pernah Merasakannya..*


Untuk yang sedang merasakannya. Berapa kali kamu di kecewakan oleh sebuah kenyataan? Sesering apa kamu mengerti betul tentang beratnya bertahan? Tentang perjuangan mempertahankan sebuah kepercayaan? Mempercayai yang justru akhirnya menyakiti, berharap bahagia kepada yang telah membuatmu berairmata, mengubur segala mimpi pada yang sudah menaburkan benih-benih ekspektasi, mencari deskripsi lain tentangnya, yang telah terlanjur mengisi kekosongan di dalam jiwa, berusaha terlihat kuat disaat mereka dan seisi dunia sedang melemahkan hatimu..

Sunday, 12 April 2015

Saturday, 4 April 2015

Tuesday, 31 March 2015

Monday, 30 March 2015

Sunday, 29 March 2015

Saturday, 28 March 2015

*..Salju Putih..*



Sejauh pandanganku pada sang rembulan..
 
Hanya hamparan putih salju berwarna kesepian..

Friday, 27 March 2015

Wednesday, 25 March 2015

*..Belajar Melupakan..*


Ijinkan aku belajar melupakan..

*..Aku Menjauh..*



Aku menjauh bukan berarti aku berhenti mencintaimu, aku hanya ingin berhenti menunjukannya padamu. Aku menjauh bukan berarti aku tak menginginkanmu lagi, aku hanya ingin melihatmu bahagia tanpa pengganggu sepertiku. Aku menjauh bukan berarti aku membencimu, aku hanya ingin kau menyadari bencipun takkan dapat merubah rasa sayangku kepadamu. Aku menjauh bukan berarti aku memiliki dendam padamu, aku hanya ingin kau merasakan apa yang kurasakan yaitu kehilangan..

*..Saengil Chukha Hamnida..*



Bagi orang lain, apalah artinya hari ke lima di bulan kedua itu? Tak ada yang spesial dan istimewa, semuanya terlihat sama seperti hari-hari lainnya..

Wednesday, 18 February 2015

*..Aku Merindukanmu(3)..*




Kembali ku berhenti di alinea pertama. Kembali ku menghela nafas panjang tak bersuara. Jujur saat ini aku sedang merasa bingung. Ya, bingung. Harus kumulai darimana tulisanku kali ini. Otakku sedang lemah tubuhku juga terlalu lelah. Terlebih hujan deras sepanjang sore tadi berhasil memaksa sepasang langkah itu untuk tetap berdiam diri dalam sebuah selimut tipis berwarna hijau cerah. Mendekap erat bagaikan sepasang kekasih yang tak ingin berpisah. Ya, sepasang langkah itu sedang takut basah..

Thursday, 12 February 2015

*..Selamat Ulang Tahun (Kamu)..*



Selamat ulang tahun, gadis pemilik tanggal lima di bulan dua. Teman yang sebenarnya kuanggap lebih dari teman.. 

*..Selamat Ulang Tahun (Aku)..*





Malam ini aku terbangun dari lelapku. Tak seperti biasanya kurasa..

*..Yang Terakhir Yang Terabaikan..*



Yang terakhir, yang terabaikan. Itulah aku. Akulah pilihan terakhirmu untuk menjadi pendengar cerita, akulah pilihan terakhirmu untuk menjadi penyeka air mata. Akuilah, karena hanya akulah yang kau cari disaat ia yang menjadi pilihan pertama tak lagi ada disisi. Namun saat pilihan pertama itu kembali akulah yang harus rela kau tinggalkan pergi. Terkadang akulah yang harus menghilang dibalik ilalang. Terasing, terabaikan, jatuh tergeletak tanpa suara.. 

*..Aku, Kamu, dan Senjaku(2)..*



Aku. Aku hanyalah seorang pria yang begitu menyukai senja dan matahari terbenam. Rasanya tak ingin sekalipun melewati warna jingga, yang selalu terlukis indah dari sapuan kuas sang Semesta di kanvas langit milikNya. Ya,meski ku tahu senja itu hanya sementara. Warnanya akan pudar. Dan kemudian akan datang hitam merenggut segalanya. Hitam yang sangat aku benci. Tapi bukankah itu hakikatnya? Yang indah tak selamanya ada, bahagia tak selamanya tinggal, dan sebuah senyuman pun tak selamanya bertahan. Bukankah Semesta mengajarkannya dengan jelas kepada kita..?

*..Aku Merindukanmu(2)..*


 
Aku benci saat-saat seperti ini. Saat malam kembali hadir, masih dengan aromanya yang semakin dingin. Aku benci saat-saat seperti ini. Saat rindu kembali datang, masih dengan sikapnya yang tak pernah meminta izin. Lagi-lagi aku menatap langit,mencoba menemukanmu di sana, dibalik wajahnya yang gelap. Sesekali kupejamkan mata ini, hanya untuk mengirim sebuah tanya pada sepi. Hei, apa kamu pun disana sedang menatap langit yang sama sepertiku..?