Friday, 26 December 2014

*..Aku, Kamu, dan Senjaku..*



Ada satu kenyataan perih yang ingin sekali aku acuhkan setiap kali menatap langit di kala senja. Jadi begini, setiap kali ku menatap jingganya, aku selalu berharap senja akan membawa rasaku padamu tenggelam dan pergi. Namun kenyataannya, setiap kali aku menatapnya, setiap kali itu juga aku menyadari bahwa rasa itu belum pergi. Aku masih mencintaimu. Aku menatap senja. Dan aku masih mencintaimu. Begitu seterusnya..

Wednesday, 17 December 2014

*..Kepergianmu..*



Kali ini aku menulis dengan suasana hati yang tak kumengerti. Sulit sekali untuk mengungkapkan segalanya, sulit sekali untuk menyatukan rasa dengan kata. Aku menulis ini dengan sangat bersusah payah diatas lembar kertas yang masih basah. Dan saat aku menulis ini sudah tak banyak lagi imajinasi, inspirasi, dan frasa kata yang kumiliki. Jujur saja, kali ini aku menulis dengan keadaan otakku yang telah rusak parah, hatiku yang telah terlanjur patah. Aku bahkan tak tahu, kemana arah dan tujuan tulisanku. Ia telah pergi, itu yang kutahu..

Monday, 15 December 2014

*..Hujan Di Bulan Desember..*



12 Desember
Pagi ini langit kembali kelam. Awan menghitam..

*..Beranda Kecilmu(2)..*



Di beranda kecilmu yang sedikit berdebu, ketika hujan masih menyisakan rinai gerimis beraroma sendu. Ada yang bakal lenyap dimakan waktu. Kelak. Saat para dewa-dewi usai berpesta diatas sana, diatas semua cerita yang dibuat oleh kita. Ya, diantara aku dan kamu yang sedang saling menarik napas panjang, sedikit berat, sedikit sesak. Saat kuhirup aroma basah yang penuhi setiap jengkal rindu yang dibuat oleh jarak..

*..Kado Kecil Yang Terbuang..*


Semilir angin malam tak mampu mengusik lamunan. Tatapanku terpaku pada sebuah kotak kecil yang kugenggam sepanjang perjalanan. Aku tak tahu untuk apa aku masih menyimpannya? Kepada siapa aku akan menyerahkannya? Dan mengapa sulit bagiku untuk membuangnya..?