Tuesday, 20 May 2014

*..Biarkan Aku Menjadi Langitmu..*


Dulu aku ingin menjadi mataharimu. Menjadi yang begitu engkau butuhkan meniti hari-hari. Menghangatkan dinginmu dengan pelukanku. Menerangi gelapmu dengan terangku. Berikanmu pelangi indah setelah hujan, oleh biasan cahayaku. Tapi seketika aku tersadar, ketika aku menjadi matahari, aku hanya bisa menghangatkan dan menerangimu tanpa pernah engkau mau menoleh dan melihatku secara utuh. Dan tak selamanya aku ada untukmu karena ketika malam tiba aku harus pergi..

*..Disudut Senja Kita..*


Tak selamanya kau tahu bahwa aku selalu ada. Tak selamanya kau tahu bahwa aku adalah nyata. Aku yang terbiasa bersembunyi, aku yang terbiasa menunggu. Bersembunyi dibalik daun yang gugur di depan rumahmu. Menunggu di balik batu yang diam di halaman kecilmu. Hanya bisa menatap semuanya dari sini. Hanya bisa berbicara dengan bayanganku sendiri. Disini. Disudut yang tak pernah kamu cari. Disini. Di sudut yang tak pernah kamu sadari..

Monday, 19 May 2014

*..Diantara Gerimis, Aku, Kamu, dan Juga Rinduku..*


Gerimis ini seperti aku dan rinduku.Ya, rindu. Rindu ini selalu indah dan tak mampu diretas dengan kata, walau tak selalu hadir setiap waktu tapi kehadirannya selalu beriring gerimis di kala senja. Dalam gerimis selalu ada nyanyian indah yang hanya bisa didengar oleh mereka yang sedang merindu. Entahlah. Ketika gerimis, aku merasakan hadirmu dalam butiran rintiknya. Bersama gerimis aku berharap kamu mampu merasakan ungkapan rinduku padamu..