Saturday, 31 August 2013

*..Aku Merindukanmu..*





Entah darimana sebaiknya kumulai kisah ini. Entah pula apakah kisah ini menarik? Kisahku ini seperti setangkai rumput yang tadinya kokoh berdiri namun kemudian terinjak rebah, layu, tak berdaya dan terhempaskan begitu saja. Atau mungkin pula kisahku ini bagaikan setitik debu diantara jutaan titik debu lainnya di padang pasir yang tampak tak berarti dan di hempaskan begitu saja..


Rasanya telah kutuliskan kisah ini ribuan kali disini berharap ada satu yang bisa kamu baca di sana, namun kenyataannya tak ada satu pun. Tak ada satupun yang membuatmu bisa berubah seperti dulu. Mungkinkah karena ku menuliskan rasa rindu ini diatas angin yang terlalu sulit untuk kamu genggam dan kemudian kamu simpan dalam dekapanmu. Ya, angin mungkin yang paling tahu rasa rindu ini kepadamu. Dan angin hanya bisa mengembalikan hembusannya dalam sikap diamku..

Sejujurnya ingin ku utarakan rasa rinduku padamu, tetapi sayangnya aku tidak tahu bagaimana caranya. Aku hanya bisa memendam rasa ini dalam-dalam, menyimpannya rapat dalam hatiku. Selama ini aku berusaha membuat diriku sibuk agar tidak ada sedikitpun celah agar bayanganmu bisa masuk dan membuatku merindu. Terkadang aku benci merasakan rindu. Aku benci bagaimana rasa rindu itu membuatku gelisah dan tak tenang. Aku benci bagaimana rasa rindu itu selalu membuatku memikirkanmu. Aku tidak bisa berhenti untuk terus menerus memikirkanmu sepanjang waktu. Rasa ini benar-benar menyiksaku..

Diluar sana banyak yang merindukanmu, banyak pula yang mengharapkanmu. Rasanya tak adil hanya orang lain yang dapat mengungkapkan kerinduan itu kepadamu lewat jutaan kata ungkapan mesra yang dapat menggetarkan hatimu. Akupun ingin, ingin sekali. Namun lihatlah diam yang selalu menyelimuti kisah ini. Atau kebisuanku yang mendekap rindu ini hanya karena tak ingin terabaikan. Ya, aku terlalu takut jika ungkapan rindu ini terabaikan. Namun diam inilah yang membuatku bisa lebih mengerti arti dari semua rasa ini..

Tidak henti-hentinya ku membaca percakapan kita dalam pesan-pesan singkat itu berkali-kali hanya untuk merasakan kembali kehangatan yang dulu kudapatkan darimu. Aku selalu menikmati kata demi kata yang kau tuliskan. Hal itu bisa membuatku sedikit tenang, membuatku merasa seolah-olah kamu ada. Tetapi terkadang hal itu juga yang membuatku menjatuhkan air mata. Aku kesepian. Apa kamu bisa membayangkannya, rasa kehilangan saat kamu menjauh dan pergi..

Aku tak pernah lupa juga tak pernah melupakan apa yang kini telah membuatmu pergi. Itu karena aku! Karena salahku! Ya, semuanya terjadi karena aku sendiri. Hanya saja.. Ah, mungkin tak akan pernah pantas aku mengatakan alasan untuk semua sikapku. Tak ada gunanya dan tak akan bisa mengubah apapun yang kamu pikirkan tentangku. Tak apa karena aku tetap akan merasa bersalah meski aku bisa menjelaskannya. Tapi aku hanya ingin mengatakannya, mengatakan bahwa kini aku merindukanmu. Walaupun ku sadar hal itu tak bisa membuatnya seperti awal kembali..

Semoga saja bukan hanya aku yang merasakan susahnya merindu. Ku harap kamu juga merasakan hal yang sama. Tapi mungkinkah? Aku tak yakin karena ku tak pernah mendengar kata rindu itu terucap dari bibir manismu. Lucu! Bagaimana jika selama ini aku telah merindukan orang yang tidak pernah merindukanku? Aku bingung, tapi aku tahu aku berhak merindukanmu karena aku mencintaimu. Dan hatiku milikmu seutuhnya, selamanya..

No comments:

Post a Comment