Saturday, 27 July 2013

*..Dear Diary Patah Hati(4)..*


Dear Diary,,


Masih tentang cerita meski tak lagi sama. Masih tentang dirinya dan masih tentang cinta yang pernah tercipta. Kini dia jauhi diriku, menjauh dan terus menjauh terbang menghilang tinggalkan semua rasa yang kumiliki untuknya. Dirinya meninggalkanku, meninggalkanku yang tertatih mengejarnya dan aku yang tak pernah bisa mengimbangi langkahnya, takkan pernah bisa..

Meskipun aku sudah berusaha sebisanya, melakukan segala cara yang kubisa dengan caraku. Berusaha hingga terjatuh dan menangis, lalu berusaha bangkit dan berlari kembali dengan kekuatan yang aku dapat saat aku menyebut namanya saat aku mengingat wajahnya..

Apakah disana dia pernah melihatku? Melihatku yang selalu merindukannya disini. Apakah disana dia pernah mengingatku? Mengingatku yang selalu menunggunya disini. Aku tidak pernah memintanya untuk selalu ada untukku, aku hanya memintanya untuk ingat bahwa aku selalu ada disini untuknya. Kapanpun dia kembali, aku akan selalu ada disini..

Aku juga tidak memintanya untuk mencintaiku. Aku hanya memintanya untuk melihatku. Melihatku sejenak, melihatku sekilas pun tak apa, asal dia menyadari bahwa aku ada untuknya. Jadi jangan katakan kepergiannya itu karena salahku, salahku terlalu mencintainya. Karena dalam kisahku dan dia kata cinta tak pernah terucap..

Kini kusadari dia selalu melihatku bagai angin yang tak berarti dan tak perlu dihargai. Angin pembawa debu yang selalu menghalangi dan menyakiti pandangannya. Pandangannya tentang cinta sempurna dan indah yang dia cari. Kumohon jangan jadikan semua itu alasannya menjauhiku. Meskipun cintanya bukanlah untukku tapi sejenak cobalah dirinya mengerti..

Seandainya dia tahu seberapa besar cintaku, seberapa dalam kesungguhan yang kumilliki untuknya. Masihkah dia tega menyakitiku? Betapa aku sangat mencintainya, betapa aku sangat ingin dia melihatku. Bagaimana caranya mengatakan padanya tentang perasaanku yang selama ini kupendam saat ku berada dihadapannya? Padanya yang tak pernah peka untuk peduli, mengerti, dan menghargai perasaan ini..

Jauh didalam hatiku aku merasa dia tidak akan pernah melihatku. Melihatku yang selalu menunggunya. Betapa aku ingin meneriakkan semua rasa ini hingga habis tanpa sisa. Betapa aku ingin membuang rasa ini, rasa cinta ini. Aku sangat lelah mencintainya, mencintainya yang perlahan kurasakan semakin dalam setelah ku rasakan kehilangan..

Aku lelah, tapi aku tak pernah bisa berhenti. Hatiku tak pernah bisa dan tak pernah rela menghentikan rasa ini. Dirinya terlalu spesial dihatiku, dirinya terlalu teristimewa. Terlalu istimewa hingga rasa ini mengekang nafasku. Membunuhku perlahan. Membunuhku dengan cinta tak berbalas meski tak pernah terucap..

Betapa aku ingin membencinya. Aku ingin sekali membencinya. Melupakan segala hal tentangnya. Dia adalah mimpi burukku. Mimpi burukku yang sangat aku cintai. Aku serius! Aku ingin membencinya. Seharusnya aku membencinya. Karena mengingat semua hal tentangnya hanya akan membuatku menangis..

Dia membunuhku tanpa menyentuhku. Dia membunuhku tanpa melihatku. Dia membunuhku dalam detiap helaan nafas rinduku untuknya. Dia menyiksaku dengan rasa yang kumiliki untuknya. Seandainya aku bisa membencinya. Seandainya, seandainya..

No comments:

Post a Comment